Berkomunikasi dengan anak anak kadang sangat menyulitkan. Sepertinya sang adik maupun kakak tidak mendengarkan orang tua. sebaliknya mereka merasa suara mereka tidak didengarkan. Menjadi pendengar yang baik dan skill komunikasi sangat penting dalam mengasuh anak. Perasaan anak, persepsi dan opini mereka sangat berguna untuk keluarga. Bagian Kita sebagai orang tua untuk mau duduk, mendengarkan dan berdiskusi dengan anak anak secara terbuka.
Seperti sebuah kecenderungan ketika kita lebih sering memberikan reaksi keras bukannya merespon anak. Kita sering menilai anak berdasarkan perasaan dan kebiasaan kita. Bagaimanapun, merespon suara hati dan perasaan memberikan kesempatan mereka untuk mengekspresikan diri secara terbuka dan jujur tanpa merasa takut di persalahkan. Lain halnya dengan Reaksi keras kita, seolah memberi pesan keras bahwa perasaan dan opini mereka salah. Tentu respon suara hati dan menindak lanjuti dengan menanyakan apa yang sedang dirasakan oleh anak. Sehingga orang tua pun akan dapat memahami dasar pemikiran maupun akar permasalahan anak tercinta. Sehingga anjuran orang tua terhadap anak tepat sasaran.
Ada kalanya, perhatian penuh terhadap anak di butuhkan, tinggalkan sejenak aktifitas nonton televisi, baca koran, atau pun aktifitas di rumah lainnya. Sehingga kita bisa bertatap muka dan melakukan kontak dari hati ke hati. Pastikan apa yang anda sarankan mampu di telaah dan memberikan gambaran jelas tentang solusi permasalahan dengan mudah dimengerti.
Hindari tindakan yang dapat memancing emosi, kemarahan dan frustasi pada anak. Dengan menjadi pendengar setia anak, adalah sebuah tindakan mencerminkan kepedulian kita terhadap anak. Bisa juga kita berbagi pengalaman pribadi sebagai ilustrasi yang bisa mereka ambil hikmahnya. Sebuah saran dan kesimpulan sederhana, Meresponlah dan jangan bereaksi keras. Semoga menjadi keluarga bahagia untuk anak indonesia harapan masa depan
Short URL for this post: http://bit.ly/9vZEEk

